Sabtu, 19 Juli 2014
tips jeli membeli barang bekas
Sebelum membeli perabotan rumah dari kayu, perhatikan jenis dan kondisi kayunya.
KOMPAS.com - Kini makin marak toko yang menawarkan jasa menjual barang bekas. Kendati bekas pakai, barang tersebut masih banyak nilai gunanya bagi para calon konsumen. Namun dalam membeli barang bekas, kita harus teliti dan jeli agar bisa mendapatkan barang yang masih layak digunakan. Berikut ini petunjuk yang mungkin bermanfaat bagi Anda yang ingin berbelanja barang bekas.
Perabot rumah
Sebelum membeli perabotan rumah dari kayu, seperti lemari pakaian, tempat tidur, atau meja makan, perhatikan jenis dan kondisi kayunya. Jangan tertipu model yang indah atau cat yang berkilap. Cat memang bisa menyembunyikan dan menutupi permukaan yang sudah rusak. Oleh sebab itu, perhatikan benar-benar kualitas barangnya.
Periksa juga fungsi-fungsi perabotan tersebut, misalnya pintu lemari, laci, dan lain-lain. Siapa tahu ada bagian yang patah dan ternyata disambungkan begitu saja. Segera minta pada penjual untuk dicarikan barang lain seandainya barang pilihan Anda kondisinya tidak sempurna. Jika tidak ada barang pengganti, lebih baik tidak usah dibeli.
Pakaian
Kita bisa membeli pakaian second di stan garage sale. Periksa setiap jahitan pada pakaian, terutama di bagian tersembunyi. Demikian juga dengan resletingnya. Cobalah buka-tutup beberapa kali sehingga Anda yakin resleting masih berfungsi dengan baik. Hitung pula kancingnya, apakah masih lengkap? Bila tidak, apakah memungkinkan membeli kancing-kancing baru yang sesuai dengan warna dan model pakaiannya? Jangan lupa, setibanya di rumah, cuci pakaian. Gunakan cairan disinfektan agar baju second bebas dari kotoran dan kuman.
Tas
Hampir sama dengan membeli pakaian, jika hendak membeli tas, lihat lebih dulu resleting atau kancingnya. Jika ada yang ursak, apakah memungkinkan untuk diperbaiki? Jika sepertinya biaya perbaikan tersebut lebih tinggi daripada harga tas, jangan beli tas itu. Lebih baik Anda mencari tas baru saja.
Apabila hendak membeli koper, teliti pegangan atau gagangnya. Siapa tahu sudah jebol atau putus, dan hanya dilem sekadarnya. Jangan lupa periksa bagian dalam tas, apakah ada bagian yang sobek atau berjamur? Bila salah satu bagian terbuat dari besi atau metal, pastikan bagian-bagian itu tidak berkarat.
Buku
Jika ingin membeli buku bekas, teliti dulu halaman demi halamannya. Apakah tulisannya masih terbaca? Apakah halamannya tidak mudah robek atau lepas? Apakah semua halamannya lengkap? Cocokkan juga sampul dengan isi buku. Bisa jadi sampul buku berbeda dari isinya.
Di pasar buku yang sudah lumayan besar, biasanya penjualnya tidak menata buku-buku dengan rapi. Untuk memudahkan pencarian, selain menyebutkan judul dan nama pengarang, sebutkan juga ciri-ciri sampulnya jika tahu. Misalnya, warna dan corak sampul.
Ponsel
Walaupun bekas, usahakan untuk membeli ponsel yang masih bergaransi, baik itu garansi toko maupun pabrik. Jika sekiranya terjadi apa-apa, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Periksalah kondisi luar maupun dalam ponsel, masih baik ataukah sudah cacat? Mintalah si penjual untuk membuka casing ponsel tersebut. Perhatikan kondisi LCD atau layar, apakah masih dalam keadaan baik atau sudah buram.
Selanjutnya hidupkan ponsel. Coba semua tombol pada ponsel, apakah ada yang macet atau tidak berfungsi? Anda bisa menekan sembarang tombol angka sebanyak mungkin, dan pastikan ponsel tidak hang. Periksa juga fungsi-fungsi pada ponsel. Semua harus berfungsi dengan baik, seperti ringtone, kamera, suara, dan sebagainya.
Tanyakan kepada si penjual mengenai kondisi baterai, apakah masih baik atau bermasalah, alias bocor. Untuk menguji ketahanan baterai, Anda bisa melakukan panggilan bebas pulsa dalam jangka waktu cukup lama. Setelah itu lihat baterainya. Pastikan bahwa ponsel tersebut bukan ponsel curian dengan melihat kelengkapannya, seperti dus, buku panduan, dan aksesori pelengkap.
Perhiasan
Perhiasan bekas sering terlihat lebih antik dan klasik daripada perhiasan baru. Ini yang membuat beberapa perempuan lebih tertarik membeli. Saat melihat-lihat, carilah perhiasan yang masih dalam kondisi layak. Sebaiknya warna tidak pudar atau menghitam, tidak berkarat, dan hiasannya masih lengkap, misalnya batu zirconnya.
Bila terbuat dari rantai, periksa apakah ada bagian yang putus atau patah. Jangan sampai perhiasan terlepas saat Anda mengenakannya. Untuk anting, pastikan bagian penempel belakangnya masih utuh.
Barang elektronik
Coba dulu barang elektronik untuk mengetahui apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Ini perlu dilakukan sebelum membayar. Hal ini untuk menghindari rayuan oknum penjual barang yang kebanyakan punya prinsip mengutamakan uang daripada kualitas barang.
Pikirkan dengan matang selisih harga antara barang bekas yang akan dibeli dengan barang baru bergaransi resmi. Jika perbedaan harganya sangat mencolok, sampai 50 persen lebih murah daripada harga baru, Anda bisa membelinya. Namun jika perbedaannya hanya 10 persen, sebaiknya Anda beli saja yang baru.
http://female.kompas.com/read/2010/10/20/14133998/jeli.membeli.barang.bekas
Ingin membeli barang bekas?
1. Toko Babe, Jl RE Martadinata no. 111, Bandung. Menjual produk fashion, perabotan, elektronik, alat musik, dan lain-lain.
2. Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Menjual elektronik dan perhiasan dari batu.
3. Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan. Menjual berbagai perabot rumah tangga, perlengkapan bayi, kursi roda, dan perabot kamar mandi.
4. Pasar Buku, Jl Kwitang Raya, Jakarta Pusat. Menjual buku-buku atau majalah bekas.
5. Pasar Furniture Kantor, Jl Saharjo dan Jl Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Menjual kursi-kursi kantor, brankas, dan lemari.
6. Pasar Poncol, Jakarta Pusat. Menjual kaset, batu akik, jam kuno, lampu taman, kamera, alat elektronik, ponsel, aksesori mobil atau motor.
7. Toko-toko di sepanjang Jl Surabaya, Jakarta Pusat. Menjual berbagai aksesori, perabot, koper, lampu, piringan hitam, dan lain-lain.
(Ira Nursita)
Nasa Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat, Subhanallah Benar Sabda Rasululah Muhammad SAW
http://unik.kompasiana.com/2013/07/16/nasa-membenarkan-matahari-akan-terbit-dari-baratsubhanallah-benar-sabda-rasululah-muhammad-saw-574032.html

Dibulan ramadhan 1434 H ini. Penulis Tertarik mengkaji masalah-masalah agama dibulan ramadhan ini dan salah satu misteri terbesar yg menjadi perdebatan manusia adalah misteri kapan hari kiamat akan terjadi? Dan benarka suatu saat nanti bumi beserta segalah isinya akan lenyap dan hancur bahkan seluru alam semesta ini ketika terompet sangkakala ditiupkan malaikat isrofil. Sebagaimana diriwayatkan oleh Hadist abu hurairah dibawah ini:
Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘Anhu berkata : Rasulullah bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Alloh menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”.
Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Alloh yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali.
Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan).
Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).
Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
selain itu tiupan sangkakala malaikat isrofil juga dijelaskan dalam alquranul karim tentang kiamat dalam surat an naml
“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Alloh. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”(QS An Naml :87
sumber photo ;myquran.org .inilah gambaran alam semseta dari alat WMAP lebih detailnya baca tulisan saya dibawah.
dan hal ini sesuai dengan hasil penelitian ilmiah yg dikemukakan oleh prof. fraink steiner tentang alam semesta berbentuk terompet dengan menggunakan alat “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), milik nasa sangat sesuai dan firman allah dalam surah An NAML dan hadis rasulullah tentang penjelasannya mengenai kiamat ,karna itu tidak keraguan sedikit pun dalam alquran karna terbukti sejak ribuan tahun lalu ketika diturunkan kepada nabi muhammad SAW. bahkan nabi menjelaskan kiamat itu terjadi ketika terompet atau sangkakala ditiupkan oleh malaikat israfil,
karna itu ternyata kita baru tersadar bahwa kita sebenarnya hidup dan berada dalam sangkakala malikat israfil betapa besarnya malaikat israfil yg tak bisa kita pikirkan bentuknya ,dan didalam terompet inilah kita menjalankan sandiwara kehidupan dunia ,didalam terompet ini pula kita memulai kehidupan dan didalam terompet ini pula kita akan mati sunggu betapa kecilnya kita dan bumi ini karena seluruh planet,planet, matahari ,tata surya, galaxi yg jumlanya triliunan semuanya berada dalam terompet malaikat isrofil ,sungguh betapa kuasanya Tuhan yg menciptakan mahluk sehebat isrofil yg menggenggam alam semesta.
Namun sekitar 1.415 tahun silam sebelum peristiwa peniupan terompet itu terjadi maka ada peristiwa yg sangat spektakuler yg terjadi dan mendahuluinya sebagaimana Rasululllah Muhammad SAW Bersabdah ; Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah). Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari. Setelah itu, gerakan matahari kembali normal hingga terjadinya kiamat.
Peristiwa matahari akan terbit dari barat sudah dibenarkan oleh sala seorang ilmuwan NASA melalui penelitiannya, Demitri Bolykov , yang menyebut pergerakan bumi tiap tahun bertambah cepat dan pada suatu saat akan mengakibatkan dua kutub magnet (poros) bumi berganti tempat. Bolykov menyebut “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan.
Dan saat itulah matahari akan terbit (keluar) dari arah Barat Temuan itu terjadi saat Bolykov bergabung dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.Penelitian dilakukan pada sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori tentang perputaran bumi dan porosnya. Peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan dan ditempatkan pada badan bermagnet yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus. Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya.
Balykov mengklaim berdasarkan hasil penelitiannya bahwa:
1. kutub magnet bumi mulai tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun.
2. Namun pada akhir akhir ini memasuki era milllenium terjadi kecepatan hingga 40 km dalam setahun.
3. Bahkan pada tahun 2001 silam, diketahui kalau kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.
“Berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat dan akan menuju pada arah yang saling berlawanan. Bila itu terjadi, matahari akan terbit dari barat,” jelas Bolykov.
Akibat kemungkinann terbitnya matahari dari barat ini maka para peneliti memberikan beberapa scenario akibat terbitnya matahari dari barat
Pertama rotasi bumi akan melambat sama dengan revolusi bulan dan pada saat itu maka 1 hari akan setara dengan 29 hari sampai 30 hari waktu bumi akibatnya akan terjadi perubahan iklim dan musim yg sangat ekstrim dimana beberapa wilayah atau Negara dibumi akan mengalami siang terus menerus selama 29 hingga 30 hari atau setara dengan 720 jam tanpa adanya malam ,akibatnya bisa diduga manusi akan mati kepanasan, air laut akan menguap dan mendidi hingga 1000 derajat celcius, hutan akan terbakar dan dara manusia dan otaknya akan mendidi hingga mati .dan didaerah yg mengalami malam maka suhu akan turun hingga o derajat yg mengakibatkan air laut akan membeku, daratan akan membeku seperti antartika ,manusia akan kedinginan hingga mengakibatkan kemusnahan ,dan diperkirakan hal ini akan terjadi sekitar 26.100 tahun mendarang
Kedua rotasi bumi akan melambat sama dengan revolusi bumi mengelilingi matahari maka bisa dipastikan tidak ada lagi mahluk yg bisa hidup dimana siang akan terjadi selama 365 hari dengan terjadinya siang selama satu tahun dibeberapa belahan dunia maka akan terjadi musim yg ekstrim dimana bumi akan hancur terbakar beserta segalah mahluk hidup yg ada dibumi termasuk manusia semuanya akan terpanggang hingga gosong, bahkan air lautan semuanya akan mendidih.
Demikian pula sebaliknya malam akan terjadi dibeberapa belahan dunia dengan waktu selama satu tahun atau sekitar 365 hari yg mengakibatkan belahan bumi lain akan membeku dan mematikan semuah mahluk hidup yg ada termasuk samudra ,lautan semuanya akan membeku. Dan hal ini akan terjadi sekitar261 abad lagi.
Allahua’lam bissawab
J O N RU
Saya posting mengenai Jonru di sini karena saya termasuk salah seorang yang berminat belajar padanya tapi sampai sekarang dengan 1001 alasan belum berkesempatan melakukan hal itu...
Saya suka artikel2 JONRU dan kelugasan bahasanya.
Hari ini dia tuliskan sejarah dirinya, maka saya memutuskan mempostingnya di Blog saya..
Salute Jonru!
Perkenalkan, Saya Jonru
Pemilu 2014 menyebabkan fan page Jonru diserbu banyak likers baru. Dalam sehari, penambahannya bisa mencapai 5.000 hingga 7.000-an. Bahkan pernah di atas angka 8.000. Ini benar-benar di luar perkiraan saya, sama sekali tak pernah menduga.
Banyak likers baru itu yang sebenarnya belum mengenal saya. Mereka mungkin hanya tertarik membaca posting-posting seputar capres yang dimuat di sini. Bahkan banyak yang mengira Jonru bukan nama orang. Mungkin merek produk apa, gitu, hehehe....
Karena banyak yang belum kenal itulah, tak ada salahnya saya memperkenalkan diri. Seperti kata peribahasa, "Tak kenal maka tak sayang."
* * *
Jonru adalah nama pena saya. Dan karena saya orang Karo (sering juga disebut Batak Karo), maka tentunya saya punya marga: Ginting. Makanya di sejumlah social media, saya pakai nama Jonru Ginting.
Nama asli saya adalah Jon Riah Ukur Ginting. Entah kenapa, saya kurang pede dengan nama ini. Merasa lebih sreg dengan nama Jonru.
Saya lahir dari orang tua yang ketika itu masih beragama Kristen Protestan. Sebagai orang Karo yang mayoritas beragama Kristen, banyak saudara saya yang beragama Kristen atau Katholik. Bahkan ketika saya kecil, setiap hari Natal kami pulang kampung ke rumah nenek di kabupaten Aceh Tenggara.
Hm... teman-teman mungkin heran. Hari Natal kok pulang ke Aceh?
Ya, Aceh Tenggara termasuk daerah unik. Di sana banyak orang Kristen bermukim. Gereja dan masjid bertebaran di mana-mana secara merata.
Kenapa bisa seperti itu? Karena di zaman penjajahan dulu, banyak warga Sumatera Utara (beragama Kristen) yang mengungsi ke Aceh Tenggara, dan hingga sekarang mereka masih menetap di sana bersama para keturunan mereka.
Mendiang nenek saya yang tinggal di Aceh Tenggara memang beragama Kristen. Termasuk paman saya (adik kandung ibu saya), sampai sekarang masih Kristen.
Tahu 1975, kami sekeluarga masuk Islam. Maksudnya, semua satu keluarga, yakni kedua orang tua kami dan semua anak mereka, termasuk saya. Ketika itu saya masih berusia 5 tahun, jadi masuk Islam cuma ikut ortu. Kan belum ngerti apa-apa
Hampir tak ada teman yang tahu, bahwa ketika lahir, saya diberi nama yang cukup panjang, yakni Belnatal Jon Riah Ukur Ginting. Nama "Belnatal" diberikan karena saat itu suster yang membantu kelahiran saya sedang merayakan Natal.
Dan setelah masuk Islam, nama saya dipersingkat menjadi Jon Riah Ukur Ginting.
Namun ketika tamat SD, guru saya lupa mencantumkan marga Ginting pada ijazah. Bahkan unsur "Jon" dan "Riah" digabung tanpa spasi. Sehingga secara resmi nama saya di dokumen-dokumen hukum adalah Jonriah Ukur.
Sekadar info: Riah Ukur sebenarnya nama yang lazim diberikan kepada anak perempuan, bukan laki=laki. Riah artinya gembira, ukur artinya hati. Jadi riah ukur adalah hati yang gembira. Kontraksi dari lagu "Hati Yang Luka" Betharia Sonatha, hehehe...
Kenapa saya diberi nama Riah Ukur? Karena ketika saya masih dalam kandungan, nenek saya mimpi didatangi oleh seorang pria misterius yang berkata, "Jika cucumu lahir, beri dia nama Riah Ukur. Kelak dia akan jadi bla.. bla... bla..." (Sengaja disensor, agar tidak jadi bahan omongan, hehehe...)
Kenapa sekarang saya dikenal sebagai JONRU?
Ini berawal ketika SMA, saat guru di sekolah mengharuskan semua siswa pakai badge nama. Saya yang merasa kurang pede dengan nama asli, lantas menyingkat nama di badge menjadi Jon R. U.
Hingga tamat kuliah di Universitas Diponegoro (Semarang), saya masih dikenal sebagai Jon Riah Ukur. Tak ada orang yang memanggil saya Jonru.
Barulah setelah masuk dunia kerja (tahun 2000), saya memperkenalkan diri kepada semua orang sebagai Jonru. Jadi boleh dibilang, kebanyakan orang yang mengenal saya sejak tahun 2000, tidak tahu sama sekali nama asli saya
* * *
Hingga tamat SMA, boleh dibilang saya masih tergolong Islam KTP. Hampir tak pernah shalat.
Alhamdulillah, sejak kuliah saya sedikit demi sedikit mulai menekuni Islam. Mulai memperbaiki ibadah. Dan tahun 2003 mulai ikut tarbiyah. Saya merasa bersyukur karena banyak berkenalan dengan para aktivis dakwah, orang-orang yang hidupnya dekat dengan agama.
Ketika lahir, saya tinggal di Kabanjahe, Sumatera Utara. Lalu tahun 1978 pindah ke Binjai (Sumatera Utara juga), hingga lulus SMA. Lantas saya kuliah di Undip Semarang. Sempat tinggal di Bandung juga, ikut kakak yang menetap di sana. Dan sejak tahun 2000 hingga sekarang, saya menetap di Jakarta.
Jika pulang kampung ke Sumatera Utara, saya banyak berinteraksi dengan saudara-saudara kami yang beragama nonmuslim. Kami bergaul akrab, penuh kekeluargaan, karena pada dasarnya kami memang masih bersaudara (hubungan darah).
Bahkan, ada salah seorang saudara saya yang setiap perayaan Tahun Baru selalu minta tolong tetangganya yang Muslim untuk menyembelih ayam. "Agar saudara kami yang Islam bisa memakannya," ujarnya.
Sejak kecil, saya belajar tentang toleransi langsung dari pengalaman hidup sehari-hari. Bukan dari teori-teori.
Jadi jika saya sering memposting artikel yang menurut teman-teman berbau SARA, lalu menuduh saya anti agama lain, sejujurnya saya merasa lucu. Karena di kehidupan sehari-hari, saya justru banyak bergaul dengan para kerabat nonmuslim.
* * *
Dulu, saya sempat menjadi karyawan selama 7 tahun. Lantas di awal tahun 2007 saya berhenti ngantor dan memulai hidup baru sebagai entrepreneur. Saya mendirikan Sekolah Menulis Online (SMO), yang membuat saya dijuluki "pelopor kursus menulis via internet di Indonesia". Kini SMO dikelola oleh seorang teman, dan saya fokus mengelola Dapur Buku, sebuah layanan penerbitan buku self publishing.
Saya sudah menerbitkan sejumlah buku, yakni:
BUKU PERSONAL (ditulis sendiri):
1. Novel "Cinta Tak Terlerai" (DAR! Mizan, 2005)
2. Kumpulan cerpen "Cowok di Seberang Jendela" (Lingkar Pena Publishing House, 2005)
3. Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat (Dapur Buku)
4. Menerbitkan Buku Itu Gampang! (Tiga Serangkai, 2008)
5. Novel "Cinta Tak Sempurna" (Dapur Buku)
BUKU yang ditulis bersama penulis-penulis lain, dan saya sebagai penyusunnya:
1. Sekuler Loe Gue End (Dapur Buku)
2. Sembuh dan Sukses dengan Terapi Menulis (Dapur Buku)
3. Pancasila Apa Kabar? (Dapur Buku)
Selain itu, sejumlah naskah saya juga dimuat di beberapa buku antalogi. Satu di antaranya adalah cerpen "Sebuah Kota Bernama Sepi" yang dimuat di buku "Kupu-kupu dan Tambuli", kerjasama antara Forum Lingkar Pena dengan Dewan Kesenian Jakarta.
* * *
Selain sebagai penulis dan pebisnis, saat ini saya juga rutin mengisi pelatihan penulisan di berbagai kota di Indonesia, termasuk di sejumlah perusahaan besar seperti Bank Indonesia, Kraft Food, PT Pos Indonesia, dan beberapa perusahaan lainnya
* * *
Nah, semoga perkenalan ini bisa menambah keakraban di antara kita. Salam ukhuwah!
Jakarta, 19 Juli 2014
Ingin menerbitkan buku? Yuk gabung di DapurBuku.com
Review Uwais
Cerita mengenai Uwais ini mempengaruhi ku
dan kemarin seorang teman berkata; jalan menuju surga itu gampang saja...
dan sangat dekat..
Berbaktilah kepada kedua orang tua
senangkan hati mereka
kalau mereka suka dan betah tinggal di rumah kita, semoga pintu surga lebih lapang dan lebar...
masyaallah...
Re : teman ini sudah jalan 3 tahun dia mengurusi ibunya yang sakit
ibunya pindah dari kota kecil ke kota dimana dia dan saya bermukim sekarang.. Tangsel
Sejak itu saya melihat pertumbuhan ekonominya
juga karirnya..
pastilah itu salah satunya berkat "berkah" yang Allah berikan melalui kedua orang tuanya...
Sungguh indah dan mulia zat mu wahai Allah...
membalas dengan keberuntungan yang dekat dan cepat..
Rabu, 16 Juli 2014
Uwais Al Qarny, Pemuda yang Memuliakan Ibunya
Uwais al-Qarny
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Uwais Al-Qarny (Arab: أويس القرني) (meninggal 657) adalah penduduk dari Qaran di Yaman.
Keutamaan Uwais al-Qarny[sunting | sunting sumber]
Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa'at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa'at sejumlah qobilah Robi'ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah "Uwais al-Qarni". Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.
Seorang fuqoha' negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata, "Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri".
Biografi[sunting | sunting sumber]
Pada zaman Nabi Muhammad ﷺ, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al-Qur'an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.
Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.
Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad ﷺ. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.
Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad ﷺ secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.
Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah "bertamu dan bertemu" dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.
Di ceritakan ketika terjadi Pertempuran Uhud Rasulullah ﷺ mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau ﷺ, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat?
Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi ﷺ di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya.
Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata, "Pergilah wahai anakku! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.
Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi ﷺ yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi ﷺ, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidah Fathimah binti Muhammad ﷺ, sambil menjawab salam Uwais.
Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau ﷺ tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi ﷺ dari medan perang.
Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman," Engkau harus lekas pulang".
Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi ﷺ. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada Sayyidah Fathimah Radliyallahu 'anh untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi ﷺ dan melangkah pulang dengan perasaan haru.
Sepulangnya dari perang, Nabi ﷺ langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rasulullah ﷺ, Sayyidatina Fathimah a.s. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi Sayyidah Fathimah Radliyallahu 'anh, memang benar ada yang mencari Nabi ﷺ dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.
Rasulullah ﷺ bersabda : "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu beliau ﷺ, memandang kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab dan bersabda, "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do'a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi".
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi ﷺ wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar telah diestafetkan kepada Khalifah Umar bin Khattab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi ﷺ. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada Imam Ali untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.
Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.
Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan salat. Setelah mengakhiri salatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi ﷺ. Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara? "Abdullah", jawab Uwais.
Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan, "Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?" Uwais kemudian berkata, "Nama saya Uwais al-Qorni".
Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Imam Ali memohon agar Uwais berkenan mendo'akan untuk mereka.
Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, "Sayalah yang harus meminta do'a kepada kalian". Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, "Kami datang ke sini untuk mohon do'a dan istighfar dari anda".
Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo'a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata, "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi".
Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan ditolong oleh Uwais, waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan salat di atas air.
Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. "Wahai waliyullah, tolonglah kami!" tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi, "Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!" Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,
"Apa yang terjadi ?"
"Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak?" tanya kami.
"Dekatkanlah diri kalian pada Allah!" katanya.
"Kami telah melakukannya."
"Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaani rrohiim!"
Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut.
Lalu orang itu berkata pada kami ,"Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat". "Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? "Tanya kami.
"Uwais al-Qorni". Jawabnya dengan singkat.
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada dikapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir."
"Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" tanyanya.
"Ya, "jawab kami. Orang itu pun melaksanakan salat dua rakaat di atas air, lalu berdo'a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.
Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke Rahmatullah.
Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.
Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.
Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, "ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan Umar bin Khattab)
Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang.
Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa "Uwais al-Qorni" ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Uwais Al-Qarny (Arab: أويس القرني) (meninggal 657) adalah penduduk dari Qaran di Yaman.
Keutamaan Uwais al-Qarny[sunting | sunting sumber]
Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa'at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa'at sejumlah qobilah Robi'ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah "Uwais al-Qarni". Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.
Seorang fuqoha' negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata, "Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri".
Biografi[sunting | sunting sumber]
Pada zaman Nabi Muhammad ﷺ, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al-Qur'an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.
Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.
Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad ﷺ. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.
Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad ﷺ secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.
Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah "bertamu dan bertemu" dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.
Di ceritakan ketika terjadi Pertempuran Uhud Rasulullah ﷺ mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau ﷺ, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat?
Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi ﷺ di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya.
Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata, "Pergilah wahai anakku! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.
Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi ﷺ yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi ﷺ, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidah Fathimah binti Muhammad ﷺ, sambil menjawab salam Uwais.
Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau ﷺ tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi ﷺ dari medan perang.
Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman," Engkau harus lekas pulang".
Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi ﷺ. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada Sayyidah Fathimah Radliyallahu 'anh untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi ﷺ dan melangkah pulang dengan perasaan haru.
Sepulangnya dari perang, Nabi ﷺ langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rasulullah ﷺ, Sayyidatina Fathimah a.s. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi Sayyidah Fathimah Radliyallahu 'anh, memang benar ada yang mencari Nabi ﷺ dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.
Rasulullah ﷺ bersabda : "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu beliau ﷺ, memandang kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab dan bersabda, "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do'a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi".
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi ﷺ wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar telah diestafetkan kepada Khalifah Umar bin Khattab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi ﷺ. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada Imam Ali untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.
Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.
Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan salat. Setelah mengakhiri salatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi ﷺ. Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara? "Abdullah", jawab Uwais.
Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan, "Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?" Uwais kemudian berkata, "Nama saya Uwais al-Qorni".
Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Imam Ali memohon agar Uwais berkenan mendo'akan untuk mereka.
Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, "Sayalah yang harus meminta do'a kepada kalian". Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, "Kami datang ke sini untuk mohon do'a dan istighfar dari anda".
Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo'a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata, "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi".
Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan ditolong oleh Uwais, waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan salat di atas air.
Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. "Wahai waliyullah, tolonglah kami!" tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi, "Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!" Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,
"Apa yang terjadi ?"
"Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak?" tanya kami.
"Dekatkanlah diri kalian pada Allah!" katanya.
"Kami telah melakukannya."
"Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaani rrohiim!"
Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut.
Lalu orang itu berkata pada kami ,"Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat". "Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? "Tanya kami.
"Uwais al-Qorni". Jawabnya dengan singkat.
Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada dikapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir."
"Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" tanyanya.
"Ya, "jawab kami. Orang itu pun melaksanakan salat dua rakaat di atas air, lalu berdo'a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.
Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke Rahmatullah.
Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.
Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.
Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, "ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan Umar bin Khattab)
Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang.
Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa "Uwais al-Qorni" ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit
Bila ke Tiongkok, mampirlah ke kota Xian yaa Muslimin & Muslimat
XIAN, SURGANYA UMAT MUSLIM DI NEGERI TIRAI BAMBU
http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/islam-di-antara-belantara-negeri-komunis-china.htm#.U8b_9vmSxHc


Mayoritas agama penduduk negeri tirai bambu memang Konghucu, namun bukan berarti islam tidak eksis di sana. Penduduk muslim di negeri tirai bambu tersebut semakin meningkat. Terdapat sebuah kota yang menjadi surganya umat muslim di sana, yaitu Xian.
Kota Xian merupakan kota tua yang eksotis dan kaya akan sejarah. Bagi para wisatawan muslim yang berkunjung ke Cina memang tidak afdol bila tidak datang ke kota Xian. Pasalnya, di kota ini lah sejarah muslim tertua tercatat. Konon ceritanya, Kota Xian adalah kota pertama Islam dimulai setelah Arab. Ketika berkunjung kekota Xian para wisatawan biasanya langsung melihat 2000 patung tembikar prajurit beserta kuda perangnya.
Untuk berwisata ke kota ini, para pengunjung akan lebih santai bila berjalan kaki, selain dapat melihat-lihat bangunan lama yang masih berdiri, para wisatawan juga dapat membeli souvenir di sana. Ada banyak toko souvenir di Xian, karena banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya. Pernak-pernik yang dijual di toko-toko souvenir itu meliputi: barang antik, kaligrafi, lukisan, hingga aneka busana.
Bila sudah lelah berjalan, para wisatawan muslim dapat beristirahat di resto-resto di kota Xian. Bila di negara lain wisatawan muslim khawatir untuk menyantap makanan karena ketidakjelasan kehalalan dan haramnya, di kota ini para wisatawan dapat memilih menu makanan sesuka hati mereka karena makanan yang dijajakkan di sana terjamin halal, itulah mengapa kota Xian juga bisa disebut sebagai ‘Surganya kuliner Muslim Cina’. Salah satu jenis makanan halal yang paling terkenal di kota ini adalah Roupaomo sejenis bakmi daging kambing yang berisi bihun, daging kambing, dan adonan bakmi yang dipotong kotak-kotak.
Selain Roupaomo, di kota ini juga tersedia makanan ala timur tengah seperti Roti Cane ataupun Kare. Soal minuman, sepertinya para penyuka kopi harus berpuasa dulu, karena di kota ini hanya menyediakan minuman khas seperti teh hijau panas, atau air sirup berwarna cokelat yang rasanya seperti larutan gula merah. Bukan hanya wisata alam dan kuliner nya yang menarik, di Xian juga terdapat bangunan bersejarah bagi umat muslim yaitu Masjid Raya Xian.
Masjid Raya Xian merupakan masjid pertama di daratan China, sehinga menjadikannya yang tertua di negeri tirai bambu ini. Dari berbagai sumber terpercaya, sebagian menceritakan Masjid ini sudah berusia lebih dari 650 tahun, dan sebagian lagi menyatakan masjid ini sudah berusia lebih dari 1250 tahun. Masjid ini juga termasuk dalam salah satu masjid terindah di Dunia. Pasalnya bangunan dari masjid ini masih mengadopsi bangunan terdahulunya yaitu tempat sembahyang umat Budha atau kuil.
Masjid ini ditemukan oleh Laksamana Cheng Ho, penjelajah China yang merupakan penganut Islam. Selama lebih dari satu milenium, Masjid Raya Xian telah menjadi bagian dari komunitas Muslim China. Masjid ini memiliki arsitektur seperti seperti kuil tradisional China, dengan banyak halaman dan pagoda. Namun semakin ke dalam, akan semakin terasa nuansa islaminya, berupa hiasan kaligrafi Arab dan China. Komplek masjid ini juga mengarah ke Mekah, kiblat bagi umat Muslim.
Masjid Raya Xi’an memiliki lima halaman, yang semuanya menghadap ke ruangan ibadah di sebelah barat. Setiap halaman memiliki paviliun dan gerbang sendiri.
Halaman ketiga masjid ini, yaitu Qing Xiu Dian atau tempat meditasi, memiliki menara masjid tertinggi di kompleks ini. Tingginya mencapai 10 meter.
Menara ini memiliki dua fungsi, yakni sebagai tempat untuk mengumandangkan adzan, dan juga tempat melihat bulan. Menara ini didesain dengan gaya tradisional China, dihiasi dengan keramik biru dan patung kepala naga. Di dalamnya, langit-langit menara diwarnai dengan lukisan bunga teratai. Keindahan masjid tua yang merupakan kombinasi gaya tradisional Cina dan Arab melambangkan kerukunan umat Muslim yang minoritas di China dengan masyarakat Tionghoa.
Dani Fitriyani
http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/islam-di-antara-belantara-negeri-komunis-china.htm#.U8b_9vmSxHc



Mayoritas agama penduduk negeri tirai bambu memang Konghucu, namun bukan berarti islam tidak eksis di sana. Penduduk muslim di negeri tirai bambu tersebut semakin meningkat. Terdapat sebuah kota yang menjadi surganya umat muslim di sana, yaitu Xian.
Kota Xian merupakan kota tua yang eksotis dan kaya akan sejarah. Bagi para wisatawan muslim yang berkunjung ke Cina memang tidak afdol bila tidak datang ke kota Xian. Pasalnya, di kota ini lah sejarah muslim tertua tercatat. Konon ceritanya, Kota Xian adalah kota pertama Islam dimulai setelah Arab. Ketika berkunjung kekota Xian para wisatawan biasanya langsung melihat 2000 patung tembikar prajurit beserta kuda perangnya.
Untuk berwisata ke kota ini, para pengunjung akan lebih santai bila berjalan kaki, selain dapat melihat-lihat bangunan lama yang masih berdiri, para wisatawan juga dapat membeli souvenir di sana. Ada banyak toko souvenir di Xian, karena banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya. Pernak-pernik yang dijual di toko-toko souvenir itu meliputi: barang antik, kaligrafi, lukisan, hingga aneka busana.
Bila sudah lelah berjalan, para wisatawan muslim dapat beristirahat di resto-resto di kota Xian. Bila di negara lain wisatawan muslim khawatir untuk menyantap makanan karena ketidakjelasan kehalalan dan haramnya, di kota ini para wisatawan dapat memilih menu makanan sesuka hati mereka karena makanan yang dijajakkan di sana terjamin halal, itulah mengapa kota Xian juga bisa disebut sebagai ‘Surganya kuliner Muslim Cina’. Salah satu jenis makanan halal yang paling terkenal di kota ini adalah Roupaomo sejenis bakmi daging kambing yang berisi bihun, daging kambing, dan adonan bakmi yang dipotong kotak-kotak.
Selain Roupaomo, di kota ini juga tersedia makanan ala timur tengah seperti Roti Cane ataupun Kare. Soal minuman, sepertinya para penyuka kopi harus berpuasa dulu, karena di kota ini hanya menyediakan minuman khas seperti teh hijau panas, atau air sirup berwarna cokelat yang rasanya seperti larutan gula merah. Bukan hanya wisata alam dan kuliner nya yang menarik, di Xian juga terdapat bangunan bersejarah bagi umat muslim yaitu Masjid Raya Xian.
Masjid Raya Xian merupakan masjid pertama di daratan China, sehinga menjadikannya yang tertua di negeri tirai bambu ini. Dari berbagai sumber terpercaya, sebagian menceritakan Masjid ini sudah berusia lebih dari 650 tahun, dan sebagian lagi menyatakan masjid ini sudah berusia lebih dari 1250 tahun. Masjid ini juga termasuk dalam salah satu masjid terindah di Dunia. Pasalnya bangunan dari masjid ini masih mengadopsi bangunan terdahulunya yaitu tempat sembahyang umat Budha atau kuil.
Masjid ini ditemukan oleh Laksamana Cheng Ho, penjelajah China yang merupakan penganut Islam. Selama lebih dari satu milenium, Masjid Raya Xian telah menjadi bagian dari komunitas Muslim China. Masjid ini memiliki arsitektur seperti seperti kuil tradisional China, dengan banyak halaman dan pagoda. Namun semakin ke dalam, akan semakin terasa nuansa islaminya, berupa hiasan kaligrafi Arab dan China. Komplek masjid ini juga mengarah ke Mekah, kiblat bagi umat Muslim.
Masjid Raya Xi’an memiliki lima halaman, yang semuanya menghadap ke ruangan ibadah di sebelah barat. Setiap halaman memiliki paviliun dan gerbang sendiri.
Halaman ketiga masjid ini, yaitu Qing Xiu Dian atau tempat meditasi, memiliki menara masjid tertinggi di kompleks ini. Tingginya mencapai 10 meter.
Menara ini memiliki dua fungsi, yakni sebagai tempat untuk mengumandangkan adzan, dan juga tempat melihat bulan. Menara ini didesain dengan gaya tradisional China, dihiasi dengan keramik biru dan patung kepala naga. Di dalamnya, langit-langit menara diwarnai dengan lukisan bunga teratai. Keindahan masjid tua yang merupakan kombinasi gaya tradisional Cina dan Arab melambangkan kerukunan umat Muslim yang minoritas di China dengan masyarakat Tionghoa.
Dani Fitriyani
Url Komunitas
1. http://www.komunitashistoria.com/article/2014/02/05/registration-tutorial/
2.http://www.expat.or.id/orgs/sisters.html
3.http://www.wic-jakarta.or.id/
4.http://www.budiluhur.ac.id/en/2014/03/17/kegiatan-sosial-ubl-dan-komunitas-masyarakat-jepang-di-jakarta/
5.http://www.ted.com/about/programs-initiatives/tedx-program
6.http://dimasprakoso.com/saya-tidak-mengutuk-kegelapan-lagi/
Bravo menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi sosial penyandang disabilitas. Seperti
PERTUNI(Persatuan Tunanetra Indonesia),
ITMI (IKatan Tunanetra Muslim Indonesia),
Sejihra (Sehat Jiwa Raga),
PPCI (Persatuan Penyandang Cacat Indonesia),
HWDI (Himpunan wanita Disabilitas Indonesia).
Bravo sudah dikenal di Indonesia karena memang hanya satu-satunya komunitas yang membantu disabilitas dari berbagai aspek.
2.http://www.expat.or.id/orgs/sisters.html
3.http://www.wic-jakarta.or.id/
4.http://www.budiluhur.ac.id/en/2014/03/17/kegiatan-sosial-ubl-dan-komunitas-masyarakat-jepang-di-jakarta/
5.http://www.ted.com/about/programs-initiatives/tedx-program
6.http://dimasprakoso.com/saya-tidak-mengutuk-kegelapan-lagi/
Bravo menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi sosial penyandang disabilitas. Seperti
PERTUNI(Persatuan Tunanetra Indonesia),
ITMI (IKatan Tunanetra Muslim Indonesia),
Sejihra (Sehat Jiwa Raga),
PPCI (Persatuan Penyandang Cacat Indonesia),
HWDI (Himpunan wanita Disabilitas Indonesia).
Bravo sudah dikenal di Indonesia karena memang hanya satu-satunya komunitas yang membantu disabilitas dari berbagai aspek.
Langganan:
Postingan (Atom)
